Setahun Terakhir

Wow, agak kaget sendiri saya tiba-tiba tergerak untuk kembali membuka halaman ini 😆

Saya baru saja membaca ulang post terakhir yang saya tuliskan [link], dan—sejujurnya—saya kagum sendiri. Bukan mengagumi tulisan saya itu, tentunya 😆 melainkan kagum akan begitu banyaknya perubahan yang terjadi di hidup saya dalam waktu kurang dari dua belas bulan. Sebagian besar perubahan-perubahan ini masih berjalan sebagai proses, tapi ada juga beberapa yang sudah mencapai titik milestone untuk bisa disebut berhasil—paling tidak, sebagai permulaan.

Menabung

Tahun lalu, saya memasuki tahun 2021 dengan penuh keprihatinan atas kemampuan saya mengelola keuangan. Memang, ketika memasuki masa pandemi di tahun 2020, sepertinya semua orang mengalami tantangan secara finansial. Saya pun—karena terpaksa harus berhenti mengajar selama beberapa bulan—mengalaminya juga. Tapi yang membuat saya benar-benar prihatin saat itu adalah ketika saya menyadari bahwa yang memperburuk kondisi finansial saya pribadi (ya, pribadi, untungnya Fikri bisa diandalkan untuk ‘menjaga’ finansial keluarga, hehe) adalah: ketidakmampuan saya mengendalikan diri ketika membuka Shopee dan Tokopedia 😆

Akhirnya, selama 365 hari di tahun 2021, saya mencanangkan sebuah resolusi sederhana: menabung lima puluh ribu rupiah setiap hari. Tidak istimewa, tidak banyak, tidak ‘wah’—tapi ketika di tanggal 31 Desember 2021 saya menutup tahun dengan delapan belas gulungan lima puluh ribuan, rasanya bahagia sekali. Bahagia karena berhasil mewujudkan satu resolusi, dan bahagia juga karena berhasil menerapkan prinsip yoga dalam aspek keuangan—bagian dari kehidupan yang selama ini ternyata lupa saya ‘sehatkan’.

Sekolah Lagi

Seperti yang sempat saya ceritakan di salah satu post Instagram saya [link], ya, saya sekarang sedang menjalani pendidikan S2 di Magister Keolahragaan ITB. Kembali mendudukkan diri saya di bangku kuliah, di tengah-tengah teman-teman seangkatan yang rata-rata berusia satu dekade lebih muda dari saya, adalah sesuatu yang… lumayan lucu rasanya 😆 Terutama, karena selain merasa mendapatkan banyak sekali ilmu pengetahuan dalam satu waktu, saya juga merasa mendapatkan pengalaman yang samasekali berbeda melalui pola komunikasi dan interaksi yang nyaris seratus persen dilakukan secara daring.

Tantangan terbesar yang saya temui selama satu semester kemarin adalah untuk mengubah pola pikir. Terakhir kali saya sekolah, pola pikir saya ‘diobrak-abrik’ dari yang tadinya sangat ilmiah selama SD-SMP-SMA, menjadi sangat kreatif supaya bisa menjadi desainer produk. Sekarang, pola pikir ilmiah itu harus bisa saya ‘panggil’ kembali—karena yang saya pelajari adalah bidang sports science—tapi tentu pola pikir kreatif yang sudah lama saya miliki tidak boleh sampai hilang—karena… ya masa mau dibuang gitu aja? 😀

Kalau selama ini saya sering membubuhi post dengan tagar #SehatJiwaAkalRaga, maka mungkin inilah langkah riil yang saya ambil untuk meningkatkan kesehatan akal saya. Mencoba menyeimbangkan kinerja otak kiri dan otak kanan tidak pernah mudah, tapi ternyata itulah tantangan yang terus mengisi kehidupan saya selama ini. Mungkin, inilah faedah dari saya berlatih yoga selama ini—untuk menerapkan penciptaan dan pencarian keseimbangan dalam setiap langkah yang saya ambil dalam hidup. Saya ingat, Ci Joey [link]—salah satu teman yang saya jumpai melalui yoga—pernah menyampaikan hal semacam ini ketika kami sedang berlatih Sirsasana (tapi sayangnya saya sudah lupa kalimat persisnya bagaimana).


Begitulah, lagi-lagi, dalam setiap hal yang terjadi di keseharian, saya selalu menemukan ‘yoga’ dalam bentuk yang berbeda-beda. Beryoga off the mat memang adalah yoga practice tersendiri, dan tidak kalah serunya dengan beryoga on the mat. Dan jika ada satu hal yang selama ini berhasil membuat saya terus ‘berlatih yoga’ baik di atas matras maupun di luar matras, itu adalah keyakinan bahwa yang terbaik yang bisa saya lakukan adalah menikmati setiap momen yang terjadi sambil terus mengusahakan yang terbaik. Seperti halnya instruktur yoga di dalam kelas tidak pernah memiliki maksud buruk dalam setiap instruksinya, saya yakin Tuhan pun memilihkan setiap langkah yang harus saya tempuh dengan cara-Nya yang pasti sangat istimewa.

Sekian dulu update singkat seputar kehidupan saya 😀 Update-update lainnya akan menyusul… mudah-mudahan tidak dalam waktu terlalu lama :p

Selamat menikmati langkah-langkah dalam hidup!

Namasté,

Dyah Synta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s