Pilihan Hijab untuk Olah Raga Favoritmu

Ketika mulai menyukai suatu hal, benda, atau bahkan manusia, biasanya saya merasa sulit untuk menghindari sikap fanatik. Sebagaimana lazimnya manusia yang baru mengenal dan menemukan sesuatu yang menyenangkan, seringkali yang terlihat dan terasa hanya sisi positifnya saja, lupa bahwa setiap hal–apalagi kalau diciptakan oleh manusia–pasti memiliki sisi yang kurang menyenangkan juga. Bahkan kalau berdasarkan teori gunung es, bisa jadi sisi negatif yang tersembunyi itu lebih masif daripada sisi positif yang tampak.

Dalam hal olah raga pun begitu. Dulu, ketika mulai rutin berolah raga tanpa banyak mengetahui ilmunya, saya mudah sekali ‘kecanduan’ dengan jenis olah raga yang baru saya kenal. Ketika mulai mengenal yoga, saya semangat sekali beryoga dan tidak tertarik untuk mencoba olah raga yang lain. Begitu pula ketika baru berkenalan dengan lari, circuit training, zumba, dan lain-lainnya.

Hikmahnya, saya jadi mengetahui bahwa setiap jenis olah raga itu membawa manfaat yang berbeda-beda. Tapi yang akhirnya menjadi PR untuk saya adalah ketika saya menyadari bahwa dalam setiap jenis olah raga, selalu ada saja aspek kebugaran yang harus saya perbaiki–entah itu endurance dalam berlari, muscle strength dalam beryoga, atau muscle endurance dalam melakukan High Intensity Interval Training (HIIT).

Saya menghabiskan banyak waktu untuk meyakinkan diri saya bahwa sikap fanatik bukanlah pendekatan yang efektif untuk menjadi bugar secara menyeluruh. Ketika akhirnya saya bisa mendamaikan diri saya untuk tidak lagi tergila-gila hanya pada satu atau dua jenis olah raga saja, ketika itulah saya menciptakan komitmen untuk rutin berlatih beberapa jenis olah raga yang berbeda setiap minggunya–terlepas dari keputusan yang saya buat kemudian untuk menjadi pengajar yoga.


Dalam satu minggu, biasanya saya menyempatkan untuk melakukan paling tidak satu kali dari masing-masing olah raga ini:

  • Cardio (bisa berupa lari atau bersepeda), untuk melatih kebugaran otot jantung;
  • Circuit training atau HIIT, untuk melatih muscle endurance sekaligus stamina tubuh dalam irama detak jantung yang lebih tinggi;
  • Yoga, untuk melatih muscle strength, kelenturan, dan memperbaiki postur.

Karena setiap jenis olah raga ini memiliki intensitas, tempo, dan jenis gerakan yang berbeda-beda, satu hal yang pada awalnya membuat saya jadi merasa repot adalah menemukan pakaian yang nyaman dan sesuai untuk masing-masing olah raga. Setelah saya memutuskan untuk berhijab, kepusingan ini pun bertambah lagi.

Saya pernah mengalami hijab yang melorot begitu saja ketika saya melakukan asana sederhana di kelas yoga, padahal hijab tersebut luar biasa nyaman saat saya gunakan di kelas HIIT. Dalam kasus lain, hijab yang nyaman saat digunakan untuk beryoga ternyata membuat saya merasa risi saat berlari di jalan raya. Saya sempat uring-uringan ketika menyadari sports hijab yang saya miliki ternyata tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan saya dalam berolah raga. Apa mau dikata, memang tidak ada yang sempurna, ya, di dunia ini 😀

Setelah satu tahun lebih ‘mengutak-atik’ berbagai hijab dan berusaha mencocokkannya dengan olah raga yang berbeda-beda, akhirnya saya menemukan perpaduan yang menjadi jawaban bagi berbagai kebutuhan saya dalam melakukan rutinitas olah raga yang berbeda-beda. Yang menyenangkan, ternyata tidak semua jenis olah raga memerlukan sports hijab khusus yang harganya ‘wah’lho!

Sports Hijab untuk HIIT/Circuit Training

Gerakan dalam HIIT/circuit training biasanya dilakukan dalam tempo yang cepat. Tergantung dari komposisi setiap sesi, biasanya HIIT/circuit training  mengkombinasikan beberapa latihan untuk kekuatan otot–seperti push upsit upplanksquats, dan teman-temannya–serta kardio berupa sprints (lari jarak pendek dengan kecepatan tinggi) atau plyometrics (melompat-lompat). Beberapa contoh kelas yang tergolong latihan HIIT/circuit training yang banyak ditemukan antara lain bootcampTRX, atau latihan mandiri seperti yang diajarkan oleh Kayla Itsines dalam e-book-nya, serta aplikasi Freeletics dan Nike Training Club yang bisa diunduh ke dalam smartphone.

Karena sifat latihannya yang relatif ‘panas’, membuat banjir keringat, dan temponya cepat, untuk mengikuti kelas-kelas ini biasanya saya memilih sports hijab yang terbuat dari bahan polyester dan cutting-nya sudah cukup nyaman untuk dikenakan tanpa membutuhkan ciput atau bandana sebagai dalaman. Pilihan favorit saya adalah Runner dari Capsters (Rp 399.000,00 dapat dibeli di Tokopedia Capsters Indonesia [link]) dan Seoulina dari Noore Sport (Rp 94.500,00 dapat dibeli di web resmi Noore Sport [link]).

2018-06-24-09.55.49-1web
Runner dari Capsters: ringan, breathable, dan nyaman digunakan tanpa ciput
Screen Shot 2018-06-24 at 10.05.57 AM
Seoulina dari Noore: cutting-nya membuat nyaman dikenakan, bahkan ketika melompat-lompat

Sports Hijab untuk Lari

Karena berlari untuk saya adalah saat yang menyenangkan untuk menghirup udara dengan bebas, saya jauh lebih menyukai berlari di jalan raya daripada di dalam ruangan dengan menggunakan treadmill. Tapi, sejak dulu, satu hal yang paling mengganggu saya saat berlari di jalan raya adalah banyaknya celetukan kurang sopan yang saya dapatkan dari pengguna jalan lain–baik itu abang-abang yang sedang nongkrong di pos satpam, pengendara kendaraan bermotor yang terjebak macet, atau abege-abege kurang kerjaan yang sedang merokok bersama teman-temannya. Karena itu, saya sering risi sendiri jika menggunakan pakaian yang ketat, termasuk hijab yang ‘pas-pasan’.

Lalu berhubung saya mudah merasa terganggu oleh sinar matahari, biasanya saya selalu menggunakan topi saat berlari. Karena menggunakan topi inilah, saya tidak terlalu terganggu dengan sports hijab yang bukaan wajahnya agak longgar, meskipun tidak menggunakan ciput atau bandana. Mengingat lari pun merupakan olah raga yang cukup meningkatkan suhu tubuh, justru bukaan yang agak longgar ini membantu saya untuk mendapatkan sirkulasi udara yang lebih nyaman.

Untuk berlari, saya tetap memilih sports hijab instan yang tidak memerlukan peniti atau jarum pentul dan terbuat dari bahan polyesterHanya saja, dibandingkan dengan kenyamanan saat digunakan tanpa ciput, saya lebih memilih sports hijab yang memberi coverage lebih di bagian dada. Favorit saya adalah Runner XL dari Capsters (dapat dibeli di Tokopedia Capsters Indonesia [link]) dan hijab olah raga dari REYD (Rp 150.000,00 dapat dibeli melalui Blibli [link]).

2018-06-24-09.55.50-1web
Runner XL dari Capsters: nyaman dikenakan dan menutup dada
2018-06-24-09.55.48-1web
REYD: sports hijab sekaligus outerwear

Hijab untuk Yoga

Meskipun HIIT/circuit training dan lari merupakan olah raga yang lebih bersifat high impact, satu hal yang agak terlambat saya sadari adalah bahwa menemukan hijab yang tepat untuk beryoga itu lebih sulit. Alasannya sederhana, yaitu karena saat beryoga, tubuh kita lebih banyak mengeksplorasi berbagai posisi.

Karena alasan ini, justru hijab-hijab instan yang ‘tinggal leup’ menurut saya kurang nyaman untuk digunakan saat beryoga–kecuali jika diselipkan ke dalam kerah baju, yang sebenarnya terasa kurang nyaman saat berolah raga. Saya justru merasa jauh lebih nyaman beryoga dengan menggunakan hijab yang bisa saya atur sendiri kekencangannya, alias hijab biasa yang saya gunakan sehari-hari. Hijab yang customizable ini lebih bisa diatur supaya ‘diam’ dan tidak ikut bergeser–apalagi terlepas–ketika saya, tubuh saya, dan kepala saya berubah-ubah posisi.

Untuk beryoga, pilihan favorit saya adalah pashmina berbahan kaos (sehingga tetap nyaman meskipun digunakan tanpa ciput) yang saya kenakan seperti bagaimana saya berhijab sehari-hari (Rp 36.500,00 dapat dibeli melalui Tokopedia ZABALIA Fashion [link]). Silakan cek IGTV saya [link] untuk melihat tutorial sederhana bagaimana saya menggunakannya, ya!

2018-06-24-09.55.51-1web
Pashmina dengan bahan kaos: adem, mudah dibentuk, dan tidak gampang bergeser

 

Beberapa tips dalam menentukan pemilihan hijab untuk berolah raga berdasarkan pengalaman saya:

  1. Jika olah raga favoritmu tergolong high impact (banyak melompat atau berlari), sebaiknya hindari hijab yang membutuhkan peniti atau jarum pentul. Gerakan yang banyak menghentak sangat rawan membuat posisi jarum berubah dan meningkatkan resiko tertusuk atau jarum terlepas;
  2. Untuk olah raga yang banyak menghasilkan keringat, pilihlah hijab yang terbuat dari bahan polyester yang cepat kering sehingga tidak mengganggu kenyamanan saat berolah raga. Bahan-bahan yang menyerap keringat–seperti kaos atau katun–lama-kelamaan akan terasa berat jika sudah basah oleh keringat;
  3. Faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pemilihan hijab adalah keamanan (baik untukmu sendiri maupun untuk orang lain yang berolah raga bersamamu), kemudian kenyamanan, dan setelah itu semua, penampilan. Meskipun beberapa sports hijab kadang membuat penggunanya terlihat ‘aneh’, tapi selama hijab tersebut aman dan nyaman saat dikenakan berolah raga, jangan ragu untuk memilihnya 🙂

Mudah-mudahan penjelasan singkat saya bisa bermanfaat untuk menjadi solusi dari kebingungan para pengguna hijab dalam memilih hijab yang pas untuk olah raga favorit masing-masing, ya. Jangan sungkan untuk ikut berbagi melalui kolom komentar di bawah jika kamu memiliki pertanyaan atau pengalaman seputar penggunaan hijab saat berolah raga.

Namasté 🙂

Dyah Synta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s