Yoga Bukan Sulap

Salah satu pepatah yang sepertinya sudah pernah didengar semua orang adalah ini: ‘Waktu adalah uang.’ Pepatah ini sering sekali saya dengar. Mulai dari ketika saya membuat janji bertemu dengan orang lain, ketika saya berurusan dengan teman-teman saya yang bekerja sebagai freelancer, lalu yang paling sering saya dengar dari film atau televisi. Ya, untuk setiap orang–termasuk saya–waktu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Karena pepatah itu, saya jadi paham bahwa semua orang mengharapkan manfaat dari setiap waktu yang mereka luangkan–sama halnya dengan setiap uang yang mereka keluarkan. Membuang-buang waktu tanpa mendapat manfaat, sama sia-sianya dengan membuang-buang uang. Karena memahami dan mengamini ini, saya pun menganggap wajar bila seseorang bertanya:

“Apa saja, sih, manfaat yoga?”

Sayangnya, harus saya akui bahwa pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan yang–menurut saya–paling membingungkan untuk dijawab.

Asana vs Sulap

Jumlah asana dalam yoga itu ada banyak sekali, dan masing-masing memiliki manfaat tersendiri. Meskipun banyak benefit yang beririsan antara asana yang berbeda, pada hakekatnya setiap asana–bahkan setiap detail kecilnya–memiliki manfaat. Jadi, alasan pertama mengapa pertanyaan tadi sulit untuk dijawab adalah sederhana: karena jawabannya ada banyak sekali–paling tidak sama dengan jumlah seluruh asana yang ada pada yoga.

setiap asana dalam yoga dapat membawa hasil yang berbeda untuk setiap individu

Alasan kedua adalah alasan yang melatarbelakangi ditulisnya post ini. Tidak seperti sulap, di mana satu trik akan menghasilkan satu hasil yang sama, setiap asana dalam yoga dapat membawa hasil yang berbeda untuk setiap individu. Contohnya, pose Adho Mukha Svanasana tentu akan berbeda sensasinya jika dilakukan oleh mereka yang memiliki otot hamstring yang kuat dibandingkan dengan mereka yang memiliki diberkahi punggung yang fleksibel. Ini karena tubuh setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, yang dihasilkan dari kebiasaan yang berbeda-beda. Jadi, sedikit sulit untuk menyampaikan manfaat yoga kepada mereka yang belum pernah mengalaminya.

sulap

Satu lagi perbedaan mendasar antara yoga dengan sulap, dan hal ini juga turut menambah kepusingan saya dalam menjawab pertanyaan tadi.

Jika dalam sulap setiap orang dapat melihat jelas hasil akhir dari suatu trik dalam hitungan detik atau menit, tidak begitu dengan yoga. Jangankan dalam satu sesi yoga yang berdurasi sekitar 60 menit, kadang ada yang sudah berlatih rutin selama satu bulan namun tetap belum merasakan perubahan apa-apa pada tubuhnya.

Kenyataannya, yoga tidak pernah menjanjikan ‘hasil’. Yoga tidak heboh membakar ratusan kalori. Yoga tidak menjanjikan penurunan berat badan, tidak menjanjikan kemampuan berakrobat, tidak pula menjanjikan kelenturan untuk dapat ‘melipat’ badan ke segala arah. Sayangnya, justru hal-hal inilah yang seringkali menjadi tujuan seseorang melakukan yoga. Tidak salah, hanya saja tujuan semacam ini seringkali hanya memotivasi dalam jangka waktu singkat 🙂

Sabar dan Nikmati

Ada sebuah cerita tentang seorang teman saya. Ia mulai rutin beryoga dua kali seminggu dengan tujuan utama untuk menurunkan berat badan pasca melahirkan. Tidak jarang ia mengeluhkan berat badannya yang tidak kunjung turun barang 1 ons pun, padahal sudah beberapa minggu terlewati sejak ia mulai rutin beryoga. Ia mulai putus asa, tapi karena ia menemukan kebahagiaan tersendiri saat beryoga, ia tetap melakukan rutinitas yoganya sampai berbulan-bulan kemudian.

Suatu hari saat sedang berekreasi bersama keluarganya, ia terpaksa menghabiskan banyak waktu untuk menggendong anaknya yang masih kecil karena tidak membawa stroller. Di situlah ia merasakan sebuah perubahan. Setelah beberapa saat menggendong anaknya ke sana ke mari, ia menyadari stamina dan kekuatan tubuhnya kini sangat bisa diandalkan untuk menggendong anaknya sambil berjalan-jalan–bahkan melebihi suaminya sendiri! Hal ini tidak pernah terjadi sebelum ia rutin beryoga.

Kenyataannya, yoga bukan sulap. Yoga adalah proses.

Yoga memang berbeda dari sulap. Perubahan yang dibawanya kadang tidak kasat mata, sulit untuk dilihat atau diukur. Mungkin tidak ada gumpalan lemak yang langsung lenyap dalam beberapa sesi yoga, tapi yoga membuat tubuhmu menjadi lebih efektif dalam menjalankan fungsinya. Mungkin teman saya itu belum menyusut berat badannya. Tapi jika dia jadi jauh lebih semangat untuk menggendong anaknya, lebih sering meninggalkan stroller di rumah, bukan tidak mungkin berat badannya akan segera terjun bebas. Kenyataannya, yoga bukan sulap. Yoga adalah proses.

Jadi, tentu saja yoga itu bermanfaat. Manfaatnya ada banyak sekali, baik untuk fisik maupun untuk mental–paling tidak, itu yang saya rasakan. Hanya saja, butuh kesabaran untuk dapat merasakan setiap manfaatnya secara nyata. Mungkin akan banyak memakan waktu dan uang, but it will definitely be worth it.

Karena yoga bukan sulap, dan tidak akan pernah menjadi seperti sulap. Tapi percaya deh, tubuh kita memang tidak butuh sulap, kok 🙂

1minggu1 cerita

7 Comments

  1. Pingback: Yoga Bukan Sulap
  2. Weeehh keren banget tulisannya.. Suka deh.. Terlepas dari motivasi apa kita memulai untuk beryoga tapi ketika mulai mendalaminya Yoga memang seperti sulap setuju banget sama tulisan mu sin, aku aja mulai suka beryoga karena entah kenapa setelah mengenal Yoga bisa jd lebih nyaman aja.. Segala sesuatu di bawa nyantai,, biasanya suka gresak grusuk tapi sekarang ngerasa nyantai aja. Apapun yang terjadi. Lebih bisa ngontrol emosi,, weehh bener2 ajaib .. Padahal bukan sulap, tapi banyak banget manfaat yg didapat ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s